<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fauzanalfan05's Blog</title>
	<atom:link href="http://fauzanalfan05.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fauzanalfan05.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jan 2009 06:55:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fauzanalfan05.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fauzanalfan05's Blog</title>
		<link>http://fauzanalfan05.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fauzanalfan05.wordpress.com/osd.xml" title="Fauzanalfan05&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fauzanalfan05.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BECKHAM MILAN</title>
		<link>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2009/01/19/beckham-milan/</link>
		<comments>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2009/01/19/beckham-milan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 06:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fauzanalfan05</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzanalfan05.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Foto: AP ISTANBUL - Mantan pemain Real Madrid Roberto Carlos, punya sudut pandang sendiri menilai kemampuan David Beckham sebagai mantan rekannya di Madrid. Carlos menilai jika Beckham adalah pemilik tendangan bebas terbaik di dunia. Beckham dan Carlos adalah sama-sama maestro tendangan bebas. Hanya, Beckham lebih sering menghasilkan gol dari bola mati ketimbang Carlos. Semasa di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=19&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- SIZER CLOSED --> <!-- CONTENT --> <!-- skyscraper banner --></p>
<div class="sky"> <!--a href="#"&gt; <img src="/image/banner/120_600.gif" width="120" height="600" border="0" alt="bola_skyscraper" /> &lt;/a&#8211;></div>
<p><!-- skycsraper banner --></p>
<div class="content">
<div class="pc"><img src="http://bola.okezone.com/images-data/content/2009/01/08/47/180515/0thER3NmAN.jpg" border="1" alt="" width="250" height="205" /></p>
<h5>Foto: AP</h5>
</div>
<h5>
<div><strong>ISTANBUL </strong>- Mantan pemain Real Madrid Roberto Carlos, punya sudut pandang sendiri menilai kemampuan David Beckham sebagai mantan rekannya di Madrid. Carlos menilai jika Beckham adalah pemilik tendangan bebas terbaik di dunia.</p>
<p>Beckham dan Carlos adalah sama-sama maestro tendangan bebas. Hanya, Beckham lebih sering menghasilkan gol dari bola mati ketimbang Carlos. Semasa di Madrid, Becks menjadi algojo tendangan bebas menggantikan Carlos.</p>
<p>Pada wawancaranya dengan UEFA di pusat latihan Fenerbahce, Kamis (8/1/2009), Roberto Carlos tanpa ragu menyebut jika David Beckham adalah eksekutor tendangan bebas terbaik yang pernah dilihatnya. Keduanya saling membahu bersama di Santiago Bernabeu selama empat musim pada 2003 hingga musim 2007.</p>
<p>&#8220;Sebuah tendangan bebas tergantung dari posisi bola dan jarak ke gawang. Say hanya menendang dari sisi yang pendek dan coba mengarahannya keras ke pagar hidup. Sesekali berhasil dan kadang tidak. Sedangkan Beckham menendangnya keluar menjauhi tembok, namun bola kembali kea rah gawang,&#8221; jelas Carlos merinci perbedaan antara dirinya dan Beckham soal tendangan bebas.</p>
<p>&#8220;Saya selalu berdiri di dekatnya ketika ia akan mengambil tendangan bebas. Sangat menyenangkan melihat situasi itu, sungguh indah ketika bola dan kakinya bertemu menghasilkan aliran bola yang khas. Hanya dia yang bisa seperti itu,&#8221; lanjut pemain asal Brasil ini.</p>
<p>Carlos sendiri punya satu tendangan bebas yang indah, ketika bola berputar membentuk lingkaran dan melewati barisan pagar yang dibentuk pemain Prancis dan memaksa Fabien Barthez terpaku melihat bola yang aneh masuk ke gawangnya.</p>
<p>Kini Carlos bisa melihat Beckham beraksi lagi di Eropa, setelah memutuskan untuk bergabung dengan AC Milan, selama liburan Major League Soccer. Belum diketahui siapa yang akan menjadi eksekutor tandangan bebas di Milan, karena tim ini sudah punya dua orang ahli, Andrea Pirlo dan Ronaldinho.</p></div>
<div>Sumber:      <a href="http://bola.okezone.com/read/2009/01/08/47/180515/47/carlos-tendangan-bebas-beckham-yang-terbaik"> http://bola.okezone.com/read/2009/01/08/47/180515/47/carlos-tendangan-bebas-beckham-</a>yang-terbaik</div>
<div>Klik <a href="http://bola.okezone.com/read/2009/01/08/47/180515/47/carlos-tendangan-bebas-beckham-yang-terbaik">disini</a> atau <a href="http://bola.okezone.com/read/2009/01/09/47/181067/47/beckham-enggan-balik-ke-liga-amerika">disini</a></div>
</h5>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fauzanalfan05.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fauzanalfan05.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fauzanalfan05.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fauzanalfan05.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fauzanalfan05.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fauzanalfan05.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fauzanalfan05.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fauzanalfan05.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fauzanalfan05.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fauzanalfan05.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fauzanalfan05.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fauzanalfan05.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fauzanalfan05.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fauzanalfan05.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=19&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2009/01/19/beckham-milan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b68aede1458ffc90cdec9a177fcf5013?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fauzanalfan05</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bola.okezone.com/images-data/content/2009/01/08/47/180515/0thER3NmAN.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ADMINISTRASI PUBLIK</title>
		<link>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2009/01/12/administrasi-publik/</link>
		<comments>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2009/01/12/administrasi-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 06:51:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fauzanalfan05</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzanalfan05.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Rencana ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2004 dan baru dilaksanakan pada tahun 2007 dan selanjutnya. University of Kentucky adalah Universitas yang berlokasi di Lexinton USA yang memiliki beberapa focus disiplin ilmu, salah satunya adalah Martin School of Public Policy and Administration. Disiplin Ilmu Administrasi Publik ini yang kemudian menjadi salah satu jalur kerjasama yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=14&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em class="info"> </em></p>
<div class="snap_preview">
<p style="text-align:center;" align="right"><img style="width:100px;height:75px;" src="http://admpublik.files.wordpress.com/2007/04/universitykentucky.jpg?w=100&#038;h=75&#038;h=75" border="0" alt="" width="100" height="75" align="left" /></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">Rencana ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2004 dan baru dilaksanakan pada tahun 2007 dan selanjutnya. University of Kentucky adalah Universitas yang berlokasi di Lexinton USA yang memiliki beberapa focus disiplin ilmu, salah satunya adalah Martin School of Public Policy and Administration. Disiplin Ilmu Administrasi Publik ini yang kemudian menjadi salah satu jalur kerjasama yang dirintis dengan Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Lampung. Berikut adalah point kerjasama tersebut: </span></p>
<ol>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">Dalam bidang pengembangan kurikulum dan perkuliahan (termasuk adalah visitasi dari UK ke Unila).</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">Dalam bidang riset yang melibatkan kedua belah pihak (dari UK dan Unila)</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">Dalam bidang ketersediaan bahan pengajaran dan penelitian ( buku, jurnal) yang berasal dari penerbit University of Kentucky.</span></p>
</li>
</ol>
<p>Untuk melihat situsnya klik <a href="http://admpublik.wordpress.com/2007/04/30/kerjasama-dengan-university-of-kentucky/" target="_blank">disini.</a></p>
<p>Untuk mendownload file tentang publik klik<a href="http://admpublik.wordpress.com/2007/04/30/kerjasama-dengan-university-of-kentucky/" target="_blank"> disini.<br />
</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fauzanalfan05.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fauzanalfan05.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fauzanalfan05.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fauzanalfan05.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fauzanalfan05.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fauzanalfan05.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fauzanalfan05.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fauzanalfan05.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fauzanalfan05.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fauzanalfan05.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fauzanalfan05.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fauzanalfan05.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fauzanalfan05.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fauzanalfan05.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=14&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2009/01/12/administrasi-publik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b68aede1458ffc90cdec9a177fcf5013?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fauzanalfan05</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://admpublik.files.wordpress.com/2007/04/universitykentucky.jpg?w=100&#38;h=75" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH NATAL</title>
		<link>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/22/sejarah-natal/</link>
		<comments>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/22/sejarah-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 07:06:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fauzanalfan05</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzanalfan05.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Kisah Natal berasal dari Injil Santo Lukas dan Santo Matius dalam Perjanjian Baru. Menurut Lukas, seorang malaikat memunculkan diri kepada para gembala di luar kota Betlehem dan mengabari mereka tentang lahirnya Yesus. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para majus, mengikuti bintang terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada. Catatan pertama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=10&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fauzanalfan05.files.wordpress.com/2008/12/images.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-11" title="images" src="http://fauzanalfan05.files.wordpress.com/2008/12/images.jpeg" alt="images" width="84" height="127" /></a>Kisah <a title="Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natal">Natal</a> berasal dari <a title="Injil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil">Injil</a> <a title="Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukas">Santo Lukas</a> dan <a title="Matius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matius">Santo Matius</a> dalam <a title="Perjanjian Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Baru">Perjanjian Baru</a>. Menurut Lukas, seorang <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">malaikat</a> memunculkan diri kepada para gembala di luar <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> <a title="Betlehem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betlehem">Betlehem</a> dan mengabari mereka tentang lahirnya <a title="Yesus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus">Yesus</a>. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para <a class="mw-redirect" title="Tiga Orang Majus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Orang_Majus">majus</a>, mengikuti <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.</p>
<p>Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun <a title="336" href="http://id.wikipedia.org/wiki/336">336</a> Sesudah Masehi pada <a class="new" title="Kalender Romawi kuno (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalender_Romawi_kuno&amp;action=edit&amp;redlink=1">kalender Romawi kuno</a>, yaitu pada tanggal <a title="25 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember">25 Desember</a>. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> menyiapkan <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> khusus, menghiasi <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> mereka dengan daun-daunan <a title="Hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijau">hijau</a>, menyanyi bersama dan tukar-menukar <a title="Hadiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiah">hadiah</a>. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun <a title="300-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/300-an">300-an</a> <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a> <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> Kristen menjadi agama resmi <a title="Kekaisaran Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi">Kekaisaran Romawi</a>.</p>
<p>Di <a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun">tahun</a> <a title="1100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1100">1100</a> Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa <a title="Reformasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi">Reformasi</a>, suatu gerakan keagamaan di tahun <a title="1500-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1500-an">1500-an</a> . Gerakan ini melahirkan agama <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a>. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun <a title="1600-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1600-an">1600-an</a>, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> dan banyak koloni Inggris di <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.</p>
<p>Pada tahun <a title="1800-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1800-an">1800-an</a>, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias <a title="Pohon Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal">pohon Natal</a> dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, <a class="mw-redirect" title="Santa Claus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus">Santa Claus</a> (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun <a title="1900-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900-an">1900-an</a>, perayaan Nata</p>
<p>Kisah <a title="Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natal">Natal</a> berasal dari <a title="Injil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil">Injil</a> <a title="Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukas">Santo Lukas</a> dan <a title="Matius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matius">Santo Matius</a> dalam <a title="Perjanjian Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Baru">Perjanjian Baru</a>. Menurut Lukas, seorang <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">malaikat</a> memunculkan diri kepada para gembala di luar <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> <a title="Betlehem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betlehem">Betlehem</a> dan mengabari mereka tentang lahirnya <a title="Yesus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus">Yesus</a>. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para <a class="mw-redirect" title="Tiga Orang Majus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Orang_Majus">majus</a>, mengikuti <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.</p>
<p>Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun <a title="336" href="http://id.wikipedia.org/wiki/336">336</a> Sesudah Masehi pada <a class="new" title="Kalender Romawi kuno (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalender_Romawi_kuno&amp;action=edit&amp;redlink=1">kalender Romawi kuno</a>, yaitu pada tanggal <a title="25 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember">25 Desember</a>. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> menyiapkan <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> khusus, menghiasi <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> mereka dengan daun-daunan <a title="Hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijau">hijau</a>, menyanyi bersama dan tukar-menukar <a title="Hadiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiah">hadiah</a>. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun <a title="300-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/300-an">300-an</a> <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a> <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> Kristen menjadi agama resmi <a title="Kekaisaran Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi">Kekaisaran Romawi</a>.</p>
<p>Di <a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun">tahun</a> <a title="1100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1100">1100</a> Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa <a title="Reformasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi">Reformasi</a>, suatu gerakan keagamaan di tahun <a title="1500-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1500-an">1500-an</a> . Gerakan ini melahirkan agama <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a>. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun <a title="1600-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1600-an">1600-an</a>, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> dan banyak koloni Inggris di <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.</p>
<p>Pada tahun <a title="1800-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1800-an">1800-an</a>, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias <a title="Pohon Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal">pohon Natal</a> dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, <a class="mw-redirect" title="Santa Claus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus">Santa Claus</a> (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun <a title="1900-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900-an">1900-an</a>, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai <a title="Bisnis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis">bisnis</a>.</p>
<p>l menjadi semakin penting untuk</p>
<p>Kisah <a title="Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natal">Natal</a> berasal dari <a title="Injil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil">Injil</a> <a title="Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukas">Santo Lukas</a> dan <a title="Matius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matius">Santo Matius</a> dalam <a title="Perjanjian Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Baru">Perjanjian Baru</a>. Menurut Lukas, seorang <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">malaikat</a> memunculkan diri kepada para gembala di luar <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> <a title="Betlehem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betlehem">Betlehem</a> dan mengabari mereka tentang lahirnya <a title="Yesus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus">Yesus</a>. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para <a class="mw-redirect" title="Tiga Orang Majus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Orang_Majus">majus</a>, mengikuti <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.</p>
<p>Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun <a title="336" href="http://id.wikipedia.org/wiki/336">336</a> Sesudah Masehi pada <a class="new" title="Kalender Romawi kuno (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalender_Romawi_kuno&amp;action=edit&amp;redlink=1">kalender Romawi kuno</a>, yaitu pada tanggal <a title="25 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember">25 Desember</a>. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> menyiapkan <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> khusus, menghiasi <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> mereka dengan daun-daunan <a title="Hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijau">hijau</a>, menyanyi bersama dan tukar-menukar <a title="Hadiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiah">hadiah</a>. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun <a title="300-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/300-an">300-an</a> <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a> <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> Kristen menjadi agama resmi <a title="Kekaisaran Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi">Kekaisaran Romawi</a>.</p>
<p>Di <a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun">tahun</a> <a title="1100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1100">1100</a> Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa <a title="Reformasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi">Reformasi</a>, suatu gerakan keagamaan di tahun <a title="1500-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1500-an">1500-an</a> . Gerakan ini melahirkan agama <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a>. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun <a title="1600-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1600-an">1600-an</a>, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> dan banyak koloni Inggris di <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.</p>
<p>Pada tahun <a title="1800-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1800-an">1800-an</a>, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias <a title="Pohon Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal">pohon Natal</a> dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, <a class="mw-redirect" title="Santa Claus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus">Santa Claus</a> (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun <a title="1900-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900-an">1900-an</a>, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai <a title="Bisnis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis">bisnis</a>.</p>
<p>berbagai <a title="Bisnis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis">bisnis</a>.</p>
<p>Kisah <a title="Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natal">Natal</a> berasal dari <a title="Injil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil">Injil</a> <a title="Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukas">Santo Lukas</a> dan <a title="Matius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matius">Santo Matius</a> dalam <a title="Perjanjian Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Baru">Perjanjian Baru</a>. Menurut Lukas, seorang <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">malaikat</a> memunculkan diri kepada para gembala di luar <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> <a title="Betlehem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betlehem">Betlehem</a> dan mengabari mereka tentang lahirnya <a title="Yesus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus">Yesus</a>. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para <a class="mw-redirect" title="Tiga Orang Majus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Orang_Majus">majus</a>, mengikuti <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.</p>
<p>Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun <a title="336" href="http://id.wikipedia.org/wiki/336">336</a> Sesudah Masehi pada <a class="new" title="Kalender Romawi kuno (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalender_Romawi_kuno&amp;action=edit&amp;redlink=1">kalender Romawi kuno</a>, yaitu pada tanggal <a title="25 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember">25 Desember</a>. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> menyiapkan <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> khusus, menghiasi <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> mereka dengan daun-daunan <a title="Hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijau">hijau</a>, menyanyi bersama dan tukar-menukar <a title="Hadiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiah">hadiah</a>. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun <a title="300-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/300-an">300-an</a> <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a> <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> Kristen menjadi agama resmi <a title="Kekaisaran Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi">Kekaisaran Romawi</a>.</p>
<p>Di <a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun">tahun</a> <a title="1100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1100">1100</a> Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa <a title="Reformasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi">Reformasi</a>, suatu gerakan keagamaan di tahun <a title="1500-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1500-an">1500-an</a> . Gerakan ini melahirkan agama <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a>. Pada m</p>
<p>Kisah <a title="Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natal">Natal</a> berasal dari <a title="Injil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil">Injil</a> <a title="Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukas">Santo Lukas</a> dan <a title="Matius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matius">Santo Matius</a> dalam <a title="Perjanjian Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Baru">Perjanjian Baru</a>. Menurut Lukas, seorang <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">malaikat</a> memunculkan diri kepada para gembala di luar <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> <a title="Betlehem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betlehem">Betlehem</a> dan mengabari mereka tentang lahirnya <a title="Yesus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus">Yesus</a>. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para <a class="mw-redirect" title="Tiga Orang Majus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Orang_Majus">majus</a>, mengikuti <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.</p>
<p>Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun <a title="336" href="http://id.wikipedia.org/wiki/336">336</a> Sesudah Masehi pada <a class="new" title="Kalender Romawi kuno (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalender_Romawi_kuno&amp;action=edit&amp;redlink=1">kalender Romawi kuno</a>, yaitu pada tanggal <a title="25 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember">25 Desember</a>. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> menyiapkan <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> khusus, menghiasi <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> mereka dengan daun-daunan <a title="Hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijau">hijau</a>, menyanyi bersama dan tukar-menukar <a title="Hadiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiah">hadiah</a>. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun <a title="300-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/300-an">300-an</a> <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a> <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> Kristen menjadi agama resmi <a title="Kekaisaran Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi">Kekaisaran Romawi</a>.</p>
<p>Di <a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun">tahun</a> <a title="1100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1100">1100</a> Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa <a title="Reformasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi">Reformasi</a>, suatu gerakan keagamaan di tahun <a title="1500-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1500-an">1500-an</a> . Gerakan ini melahirkan agama <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a>. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun <a title="1600-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1600-an">1600-an</a>, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> dan banyak koloni Inggris di <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.</p>
<p>Pada tahun <a title="1800-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1800-an">1800-an</a>, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias <a title="Pohon Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal">pohon Natal</a> dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, <a class="mw-redirect" title="Santa Claus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus">Santa Claus</a> (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun <a title="1900-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900-an">1900-an</a>, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai <a title="Bisnis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis">bisnis</a>.</p>
<p>asa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun <a title="1600-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1600-an">1600-an</a>, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> dan banyak koloni Inggris di <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.</p>
<p>Pada tahun <a title="1800-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1800-an">1800-an</a>, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias <a title="Pohon Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal">pohon Natal</a> dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, <a class="mw-redirect" title="Santa Claus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus">Santa Claus</a> (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun <a title="1900-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900-an">1900-an</a>, perayaan Natal m</p>
<p>Kisah <a title="Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natal">Natal</a> berasal dari <a title="Injil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil">Injil</a> <a title="Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukas">Santo Lukas</a> dan <a title="Matius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matius">Santo Matius</a> dalam <a title="Perjanjian Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Baru">Perjanjian Baru</a>. Menurut Lukas, seorang <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">malaikat</a> memunculkan diri kepada para gembala di luar <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> <a title="Betlehem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betlehem">Betlehem</a> dan mengabari mereka tentang lahirnya <a title="Yesus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus">Yesus</a>. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para <a class="mw-redirect" title="Tiga Orang Majus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Orang_Majus">majus</a>, mengikuti <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.</p>
<p>Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun <a title="336" href="http://id.wikipedia.org/wiki/336">336</a> Sesudah Masehi pada <a class="new" title="Kalender Romawi kuno (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalender_Romawi_kuno&amp;action=edit&amp;redlink=1">kalender Romawi kuno</a>, yaitu pada tanggal <a title="25 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember">25 Desember</a>. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> menyiapkan <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> khusus, menghiasi <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> mereka dengan daun-daunan <a title="Hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijau">hijau</a>, menyanyi bersama dan tukar-menukar <a title="Hadiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiah">hadiah</a>. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun <a title="300-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/300-an">300-an</a> <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a> <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> Kristen menjadi agama resmi <a title="Kekaisaran Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi">Kekaisaran Romawi</a>.</p>
<p>Di <a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun">tahun</a> <a title="1100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1100">1100</a> Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa <a title="Reformasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi">Reformasi</a>, suatu gerakan keagamaan di tahun <a title="1500-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1500-an">1500-an</a> . Gerakan ini melahirkan agama <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a>. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun <a title="1600-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1600-an">1600-an</a>, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> dan banyak koloni Inggris di <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.</p>
<p>Pada tahun <a title="1800-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1800-an">1800-an</a>, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias <a title="Pohon Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal">pohon Natal</a> dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-tema</p>
<p>Kisah <a title="Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natal">Natal</a> berasal dari <a title="Injil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil">Injil</a> <a title="Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukas">Santo Lukas</a> dan <a title="Matius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matius">Santo Matius</a> dalam <a title="Perjanjian Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Baru">Perjanjian Baru</a>. Menurut Lukas, seorang <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">malaikat</a> memunculkan diri kepada para gembala di luar <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> <a title="Betlehem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betlehem">Betlehem</a> dan mengabari mereka tentang lahirnya <a title="Yesus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus">Yesus</a>. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para <a class="mw-redirect" title="Tiga Orang Majus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Orang_Majus">majus</a>, mengikuti <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.</p>
<p>Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun <a title="336" href="http://id.wikipedia.org/wiki/336">336</a> Sesudah Masehi pada <a class="new" title="Kalender Romawi kuno (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalender_Romawi_kuno&amp;action=edit&amp;redlink=1">kalender Romawi kuno</a>, yaitu pada tanggal <a title="25 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember">25 Desember</a>. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> menyiapkan <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> khusus, menghiasi <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> mereka dengan daun-daunan <a title="Hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijau">hijau</a>, menyanyi bersama dan tukar-menukar <a title="Hadiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiah">hadiah</a>. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun <a title="300-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/300-an">300-an</a> <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a> <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> Kristen menjadi agama resmi <a title="Kekaisaran Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi">Kekaisaran Romawi</a>.</p>
<p>Di <a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun">tahun</a> <a title="1100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1100">1100</a> Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa <a title="Reformasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi">Reformasi</a>, suatu gerakan keagamaan di tahun <a title="1500-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1500-an">1500-an</a> . Gerakan ini melahirkan agama <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a>. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun <a title="1600-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1600-an">1600-an</a>, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> dan banyak koloni Inggris di <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.</p>
<p>Pada tahun <a title="1800-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1800-an">1800-an</a>, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias <a title="Pohon Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal">poho</a></p>
<p>Kisah <a title="Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natal">Natal</a> berasal dari <a title="Injil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil">Injil</a> <a title="Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukas">Santo Lukas</a> dan <a title="Matius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matius">Santo Matius</a> dalam <a title="Perjanjian Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Baru">Perjanjian Baru</a>. Menurut Lukas, seorang <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">malaikat</a> memunculkan diri kepada para gembala di luar <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> <a title="Betlehem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betlehem">Betlehem</a> dan mengabari mereka tentang lahirnya <a title="Yesus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus">Yesus</a>. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para <a class="mw-redirect" title="Tiga Orang Majus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Orang_Majus">majus</a>, mengikuti <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.</p>
<p>Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun <a title="336" href="http://id.wikipedia.org/wiki/336">336</a> Sesudah Masehi pada <a class="new" title="Kalender Romawi kuno (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalender_Romawi_kuno&amp;action=edit&amp;redlink=1">kalender Romawi kuno</a>, yaitu pada tanggal <a title="25 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember">25 Desember</a>. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> menyiapkan <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> khusus, menghiasi <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> mereka dengan daun-daunan <a title="Hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijau">hijau</a>, menyanyi bersama dan tukar-menukar <a title="Hadiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiah">hadiah</a>. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun <a title="300-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/300-an">300-an</a> <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a> <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> Kristen menjadi agama resmi <a title="Kekaisaran Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi">Kekaisaran Romawi</a>.</p>
<p>Di <a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun">tahun</a> <a title="1100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1100">1100</a> Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa <a title="Reformasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi">Reformasi</a>, suatu gerakan keagamaan di tahun <a title="1500-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1500-an">1500-an</a> . Gerakan ini melahirkan agama <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a>. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun <a title="1600-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1600-an">1600-an</a>, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> dan banyak koloni Inggris di <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.</p>
<p>Pada tahun <a title="1800-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1800-an">1800-an</a>, ada dua kebi</p>
<p>Kisah <a title="Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natal">Natal</a> berasal dari <a title="Injil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil">Injil</a> <a title="Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukas">Santo Lukas</a> dan <a title="Matius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matius">Santo Matius</a> dalam <a title="Perjanjian Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Baru">Perjanjian Baru</a>. Menurut Lukas, seorang <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">malaikat</a> memunculkan diri kepada para gembala di luar <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> <a title="Betlehem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betlehem">Betlehem</a> dan mengabari mereka tentang lahirnya <a title="Yesus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus">Yesus</a>. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para <a class="mw-redirect" title="Tiga Orang Majus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Orang_Majus">majus</a>, mengikuti <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.</p>
<p>Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun <a title="336" href="http://id.wikipedia.org/wiki/336">336</a> Sesudah Masehi pada <a class="new" title="Kalender Romawi kuno (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalender_Romawi_kuno&amp;action=edit&amp;redlink=1">kalender Romawi kuno</a>, yaitu pada tanggal <a title="25 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember">25 Desember</a>. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> menyiapkan <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> khusus, menghiasi <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> mereka dengan daun-daunan <a title="Hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijau">hijau</a>, menyanyi bersama dan tukar-menukar <a title="Hadiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiah">hadiah</a>. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun <a title="300-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/300-an">300-an</a> <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a> <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> Kristen menjadi agama resmi <a title="Kekaisaran Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi">Kekaisaran Romawi</a>.</p>
<p>Di <a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun">tahun</a> <a title="1100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1100">1100</a> Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa <a title="Reformasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi">Reformasi</a>, suatu gerakan keagamaan di tahun <a title="1500-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1500-an">1500-an</a> . Gerakan ini melahirkan agama <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a>. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun <a title="1600-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1600-an">1600-an</a>, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> dan banyak koloni Inggris di <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.</p>
<p>Pada tahun <a title="1800-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1800-an">1800-an</a>, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias <a title="Pohon Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal">pohon Natal</a> dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, <a class="mw-redirect" title="Santa Claus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus">Santa Claus</a> (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun <a title="1900-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900-an">1900-an</a>, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai <a title="Bisnis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis">bisnis</a>.</p>
<p>asaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias <a title="Pohon Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal">pohon Natal</a> dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, <a class="mw-redirect" title="Santa Claus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus">Santa Claus</a> (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun <a title="1900-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900-an">1900-an</a>, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai <a title="Bisnis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis">bisnis</a>.</p>
<p><a title="Pohon Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal">n Natal</a> dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, <a class="mw-redirect" title="Santa Claus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus">Santa Claus</a> (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun <a title="1900-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900-an">1900-an</a>, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai <a title="Bisnis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis">bisnis</a>.</p>
<p>n. Di Amerika Serikat, <a class="mw-redirect" title="Santa Claus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus">Santa Claus</a> (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun <a title="1900-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900-an">1900-an</a>, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai <a title="Bisnis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis">bisnis</a>.</p>
<p>enjadi semakin penting untuk berb</p>
<p>Kisah <a title="Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natal">Natal</a> berasal dari <a title="Injil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil">Injil</a> <a title="Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukas">Santo Lukas</a> dan <a title="Matius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matius">Santo Matius</a> dalam <a title="Perjanjian Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Baru">Perjanjian Baru</a>. Menurut Lukas, seorang <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">malaikat</a> memunculkan diri kepada para gembala di luar <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> <a title="Betlehem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betlehem">Betlehem</a> dan mengabari mereka tentang lahirnya <a title="Yesus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus">Yesus</a>. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para <a class="mw-redirect" title="Tiga Orang Majus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Orang_Majus">majus</a>, mengikuti <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.</p>
<p>Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun <a title="336" href="http://id.wikipedia.org/wiki/336">336</a> Sesudah Masehi pada <a class="new" title="Kalender Romawi kuno (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalender_Romawi_kuno&amp;action=edit&amp;redlink=1">kalender Romawi kuno</a>, yaitu pada tanggal <a title="25 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember">25 Desember</a>. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> menyiapkan <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> khusus, menghiasi <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> mereka dengan daun-daunan <a title="Hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijau">hijau</a>, menyanyi bersama dan tukar-menukar <a title="Hadiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiah">hadiah</a>. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun <a title="300-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/300-an">300-an</a> <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a> <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> Kristen menjadi agama resmi <a title="Kekaisaran Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi">Kekaisaran Romawi</a>.</p>
<p>Di <a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun">tahun</a> <a title="1100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1100">1100</a> Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa <a title="Reformasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi">Reformasi</a>, suatu gerakan keagamaan di tahun <a title="1500-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1500-an">1500-an</a> . Gerakan ini melahirkan agama <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a>. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun <a title="1600-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1600-an">1600-an</a>, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> dan banyak koloni Inggris di <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.</p>
<p>Pada tahun <a title="1800-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1800-an">1800-an</a>, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias <a title="Pohon Natal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal">pohon Natal</a> dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, <a class="mw-redirect" title="Santa Claus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus">Santa Claus</a> (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun <a title="1900-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900-an">1900-an</a>, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai <a title="Bisnis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis">bisnis</a>.</p>
<p>agai <a title="Bisnis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis">bisnis</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fauzanalfan05.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fauzanalfan05.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fauzanalfan05.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fauzanalfan05.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fauzanalfan05.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fauzanalfan05.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fauzanalfan05.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fauzanalfan05.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fauzanalfan05.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fauzanalfan05.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fauzanalfan05.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fauzanalfan05.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fauzanalfan05.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fauzanalfan05.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=10&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/22/sejarah-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b68aede1458ffc90cdec9a177fcf5013?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fauzanalfan05</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fauzanalfan05.files.wordpress.com/2008/12/images.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERKEMBANGAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN DEWASA INI</title>
		<link>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/14/perkembangan-sosial-dan-kebudayaan-dewasa-ini/</link>
		<comments>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/14/perkembangan-sosial-dan-kebudayaan-dewasa-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 05:26:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fauzanalfan05</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzanalfan05.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Indonesia dewasa ini sedang mengalami masa pancaroba yang amat dahsyat sebagai akibat tuntutan reformasi secara menyeluruh. Sedang tuntutan reformasi itu berpangkal pada kegiatan pembangunan nasional yang menerapkan teknologi maju untuk mempercepat pelaksanaannya. Di lain pihak, tanpa disadari, penerapan teknologi maju itu menuntut acuan nilai-nilai budaya, norma-norma sosial dan orientasi baru. Tidaklah mengherankan apabila masyarakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=7&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Masyarakat Indonesia dewasa ini sedang mengalami masa pancaroba yang amat dahsyat sebagai akibat tuntutan reformasi secara menyeluruh. Sedang tuntutan reformasi itu berpangkal pada kegiatan pembangunan nasional yang menerapkan teknologi maju untuk mempercepat pelaksanaannya. Di lain pihak, tanpa disadari, penerapan teknologi maju itu menuntut acuan nilai-nilai budaya, norma-norma sosial dan orientasi baru. Tidaklah mengherankan apabila masyarakat Indonesia yang majemuk dengan multi kulturalnya itu seolah-olah mengalami kelimbungan dalam menata kembali tatanan sosial, politik dan kebudayaan dewasa ini.</p>
<p><em>Penerapan teknologi maju</em></p>
<p>Penerapan teknologi maju untuk mempercepat pebangunan nasional selama 32 tahun yang lalu telah menuntut pengembangan perangkat nilai budaya, norma sosial disamping ketrampilan dan keahlian tenagakerja dengn sikap mental yang mendukungnya. Penerapan teknologi maju yang mahal biayanya itu memerlukan penanaman modal yang besar (intensive capital investment); Modal yang besar itu harus dikelola secara professional (management) agar dapat mendatangkan keuntungan materi seoptimal mungkin; Karena itu juga memerlukan tenagakerja yang berketrampilan dan professional dengan orientasi senantiasa mengejar keberhasilan (achievement orientation).</p>
<p>Tanpa disadari, kenyataan tersebut, telah memacu perkembangan tatanan sosial di segenap sector kehidupan yang pada gilirannya telah menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Dalam proses perkembangan sosial budaya itu, biasanya hanya mereka yang mempunyai berbagai keunggulan sosial-politik, ekonomi dan teknologi yang akan keluar sebagai pemenang dalam persaingan bebas. Akibatnya mereka yang tidak siap akan tergusur dan semakin terpuruk hidupnya, dan memperlebar serta memperdalam kesenjangan sosial yang pada gilirannya dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang memperbesar potensi konflik sosial.dalam masyarakat majemuk dengan multi kulturnya.</p>
<p><em>Keterbatasan lingkungan (environment scarcity)</em></p>
<p>Penerapan teknologi maju yang mahal biayanya cenderung bersifat exploitative dan expansif dalam pelaksanaannya. Untuk mengejar keuntungan materi seoptimal mungkin, mesin-mesin berat yang mahal harganya dan beaya perawatannya, mendorong pengusaha untuk menggunakannya secara intensif tanpa mengenal waktu. Pembabatan dhutan secara besar-besaran tanpa mengenal waktu siang dan malam, demikian juga mesin pabrik harus bekerja terus menerus dan mengoah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap di lempar ke pasar. Pemenuhan bahan mentah yang diperlukan telah menimbulkan tekanan pada lingkungan yang pada gilirannya mengancam kehidupan penduduk yang dilahirkan, dibesarkan dan mengembangkan kehidupan di lingkungan yang di explotasi secara besar-besaran.</p>
<p>Di samping itu penerapan teknologi maju juga cenderung tidak mengenal batas lingkungan geografik, sosial dan kebudayaan maupun politik. Di mana ada sumber daya alam yang diperlukan untuk memperlancar kegiatan industri yang ditopang dengan peralatan modern, kesana pula mesin-mesin modern didatangkan dan digunakan tanpa memperhatikan kearifan lingkungan (ecological wisdom) penduduk setempat.</p>
<p>Ketimpangan sosial-budaya antar penduduk pedesaan dan perkotaan ini pada gilirannya juga menjadi salah satu pemicu perkembangan norma-norma sosial dan nilai-nilai budaya yang befungsi sebagai pedoman dan kerangka acuan penduduk perdesaan yang harus nmampu memperluas jaringan sosial secara menguntungkan. Apa yang seringkali dilupakan orang adalah lumpuhnya pranata sosial lama sehingga penduduk seolah-olahkehilangan pedoman dalam melakukan kegiatan. Kalaupun pranata sosial itu masih ada, namun tidak berfungsi lagi dalam menata kehidupan pendudduk sehari-hari. Seolah-olah terah terjadi kelumpuhan sosial seperti kasus lumpur panas Sidoarjo, pembalakan liar oleh orang kota, penyitaan kayu tebangan tanpa alas an hokum yang jelas, penguasaan lahan oleh mereka yang tidak berhak.</p>
<p>Kelumpuhan sosial itu telah menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan dan berlanjut dengan pertikaian yang disertai kekerasan ataupun amuk.</p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fauzanalfan05.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fauzanalfan05.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fauzanalfan05.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fauzanalfan05.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fauzanalfan05.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fauzanalfan05.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fauzanalfan05.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fauzanalfan05.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fauzanalfan05.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fauzanalfan05.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fauzanalfan05.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fauzanalfan05.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fauzanalfan05.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fauzanalfan05.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=7&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/14/perkembangan-sosial-dan-kebudayaan-dewasa-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b68aede1458ffc90cdec9a177fcf5013?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fauzanalfan05</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Administrasi Negara Dalam Kerangka Reformasi dan Transformasi Sistem Politik Nasional</title>
		<link>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/14/administrasi-negara-dalam-kerangka-reformasi-dan-transformasi-sistem-politik-nasional/</link>
		<comments>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/14/administrasi-negara-dalam-kerangka-reformasi-dan-transformasi-sistem-politik-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 05:24:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fauzanalfan05</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzanalfan05.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Pengambilan keputusan strategis di bidang pemerintahan membutuhkan kajian, survei atau pun penelitian mendalam dari lembaga penelitian dan pengembangan, baik di pusat maupun di daerah. Ini menunjukkan betapa pentingnya lembaga litbang. Namun pada kenyataannya, litbang ini masih diinterpretasikan oleh kalangan pengambil keputusan (decision makers) di pusat dan daerah sebagai lembaga yang sulit berkembang, dengan anggaran yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=5&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:8pt;font-family:verdana,geneva;">Pengambilan keputusan strategis di bidang pemerintahan membutuhkan kajian, survei atau pun penelitian mendalam dari lembaga penelitian dan pengembangan, baik di pusat maupun di daerah. Ini menunjukkan betapa pentingnya lembaga litbang. Namun pada kenyataannya, litbang ini masih diinterpretasikan oleh kalangan pengambil keputusan (<em>decision makers</em>) di pusat dan daerah sebagai lembaga yang sulit berkembang, dengan anggaran yang amat terbatas dan sumberdaya manusia yang kurang mendapatkan perhatian. Penghargaan terhadap mereka yang berprofesi sebagai peneliti dengan jabatan fungsional, amat kecil dibandingkan dengan mereka yang menjadi birokrat dan atau menduduki jabatan struktural. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:8pt;font-family:verdana,geneva;">Hal yang menyedihkan ialah hasil kajian dari litbang seringkali diabaikan dalam proses pengambilan keputusan strategis. Lebih menyedihkan lagi, tidak sedikit keputusan-keputusan strategis di bidang pemerintahan tidak didasari atau didahului oleh kajian atau penelitian. Beberapa contoh konkret dari kebijakan strategis yang dibuat tanpa didahului oleh penelitian mendalam ialah dihapuskannya Departemen Sosial dan Departemen Penerangan pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Reorganisasi lembaga-lembaga pemerintah (Departemen dan Non-departeman) pada era Presiden Megawati Sukarnoputri yang dicanangkan oleh Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Kantor Men PAN) yang justru membengkakkan struktur organisasi pemerintahan juga menjadi contoh lain betapa hal itu tidak didahului oleh hasil audit atas kinerja administrasi pemerintahan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:8pt;font-family:verdana,geneva;">Pandangan bahwa negara yang maju amat memperhatikan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hal umum yang diterima secara akal sehat. Kenyataannya negara kita hingga saat ini kurang memperhatikan hal itu. Ini tampak dari betapa kecilnya anggaran untuk pengembangan iptek dan juga perhatian kepada para peneliti, apalagi pada penelitian ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:8pt;font-family:verdana,geneva;">Tidak jarang pula, seperti juga diutarakan dalam TOR panitia, masih terjadi kesenjangan antara kesadaran untuk mengembangkan program dan kelembagaan litbang, dengan kenyataan belum sistematisnya pemberdayaan program dan kelambagaan litbang, terutama untuk memperkuat fungsi perencanaan kebijakan pembangunan di daerah. Kita juga kurang memiliki orang-orang bijak yang dapat menjadi jembatan antara peneliti, birokrat dan pengambil keputusan, atau orang-orang yang dapat menjabarkan rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang dibuat para peneliti ke dalam usulan pembuatan kebijakan/keputusan strategis yang diajukan oleh pejabat di birokrasi pemerintahan kepada para pengambil keputusan (<em>decision makers</em>). Problem kurangnya jaringan atau koordinasi bukan saja terjadi antara instansi teknis dan lembaga-lembaga litbang, melainkan juga antar instansi teknis sendiri di satu pihak dan antar lembaga litbang di pihak yang lain.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:8pt;font-family:verdana,geneva;">Ini bukan berarti bahwa tidak ada jaringan, kerjasama, atau koordinasi sama sekali di antara instansi-instansi atau litbang-litbang departemen dan lembaga pemerintah non-departemen. Beberapa contoh yang dapat kami kemukakan di sini ialah adanya jaringan yang amat kuat antara mereka yang aktif di lembaga-lembaga penelitian pemerintah/swasta, NGO, dan perancang kebijakan pertahanan dan luar negeri dalam merumuskan berbagai Rancangan Undang-Undang terkait dengan Reformasi Sektor Keamanan (<em>Security Sector Reform</em>) dan Kebijakan Luar Negeri Republik Indonesia. Jaringan kerjasama ini begitu kuat di era reformasi yang sebelumnya sudah terjadi sejak era Orde Baru. Di era reformasi ini jaringan tersebut bahkan juga mencakup beberapa anggota legislatif yang membidangi politik luar negeri dan pertahanan negara. Meski jaringan ini lebih banyak bersifat individual, dalam prakteknya juga mengikutsertakan institusi-institusi pemerintah, swasta dan NGO.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fauzanalfan05.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fauzanalfan05.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fauzanalfan05.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fauzanalfan05.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fauzanalfan05.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fauzanalfan05.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fauzanalfan05.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fauzanalfan05.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fauzanalfan05.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fauzanalfan05.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fauzanalfan05.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fauzanalfan05.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fauzanalfan05.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fauzanalfan05.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=5&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/14/administrasi-negara-dalam-kerangka-reformasi-dan-transformasi-sistem-politik-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b68aede1458ffc90cdec9a177fcf5013?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fauzanalfan05</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hubungan Kerja di Lingkungan Pemerintah</title>
		<link>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/14/hubungan-kerja-di-lingkungan-pemerintah/</link>
		<comments>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/14/hubungan-kerja-di-lingkungan-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 05:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fauzanalfan05</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzanalfan05.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan kerja merupakan faktor yang sangat dominan di dalam suatu organisasi. Oleh karena itu, hubungan kerja harus secara terus menerus di tingkatkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara optimal. Sebagaimana diketahui bahwa dalam suatu organisasi memiliki tujuan. Untuk mencapai tujuan itu, orang-orang atau bagian-bagian yang terkandung di dalam organisasi dan pihak-pihak yang terkait dengan pencapaian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=3&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hubungan kerja merupakan faktor yang sangat dominan di dalam suatu organisasi. Oleh karena itu, hubungan kerja harus secara terus menerus di tingkatkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara optimal.<br />
Sebagaimana diketahui bahwa dalam suatu organisasi memiliki tujuan. Untuk mencapai tujuan itu, orang-orang atau bagian-bagian yang terkandung di dalam organisasi dan pihak-pihak yang terkait dengan pencapaian tujuan, harus melakukan hubungan kerja dengan sebaik-baiknya. Pada kegiatan yang lebih luas dalam kompleks hubungan kerja ini semakin menjadi penting, mengingat dalam era globalisasi tidak satupun unit kerja atau organisasi yang dapat mencapai tujuan tanpa melakukan hubungan kerja dengan unit kerja yang lain.<br />
Didalam pemerintahan (Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen) atau Instansi pemerintah lainnya sebagai suatu organisasi juga mempunyai tujuan. Untuk mencapai tujuannya seluruh aparat dan bagian yang ada di dalamnya atau pihak-pihak lain yang terkait perlu mengadakan hubungan kerja. Bahkan lebih dari itu, semua bagian harus bergerak sebagai satu kesatuan yang terkoordinasi. Kegiatan hubungan kerja dalam organisasi merupakan bagian integral dan komprehensif dalam mencapai tujuan dari organisasi yang bersangkutan.</p>
<p>Orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi agar dapat mencapai tujuannya itu, harus bekerja sama, baik antara mereka didalam organisasi maupun antara mereka dengan pihak lain yang ada diluar organisasi. Kalau terjadi kerja sama antara dua pihak maka belum berarti bahwa ada hubungan kerja antara pihak-pihak yang bekerja sama tersebut.<br />
Hubungan kerja juga, timbul karena masing-masing yang tergabung dalam organisasi mengadakan pembagian kerja untuk memperoleh efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan. Setiap bagian mempunyai fungsi. Setiap bagian mempunyai sasaran dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Untuk dapat mencapai tujuan organisasi maupun sasaran dari masing-masing bagian organisasi pada dasarnya harus ada hubungan kerja antara individu-individu. Dari uraian singkat diatas dapatlah dirumuskan pengertian hubungan kerja. Hubungan kerja dapat diartikan sebagai hubungan yang terjadi antara bagian-bagian atau individu-individu baik antara mereka di dalam organisasai maupun antara mereka dengan pihak luar sebagai akibat penyelenggaraan tugas dan fungsi masing-masing dalam mencapai sasaran dan tujuan organisasi.<br />
Bagian-bagian dengan tingkatan-tingkatan yang ada dalam suatu organisasi merupakan suatu struktur. Untuk memperjelas hubungan antara bagian atau individu yang satu dengan bagian atau individu yang lain dalam organisasi, struktur ini biasanya digambarkan dalam bentuk bagan yang kemudian lebih dikenal dengan bagan struktur organisasi. Bagan sturktur organisasi itulah yang menggambarkan suatu organisasi formal. Dalam organisasi formal yang tergambar dalam bagan struktur organisasi tampak garis-garis hubungan kerja formal antara bagian-bagian yanga ada dalam organisasi yang bersangkutan. Disamping hubungan kerja yang formal, terdapat juga hubungan kerja informal yang tidak berdasarkan atau tidak memperhatikan garis-garis formal seperti tergambar pada bagan struktur.<br />
Dengan demikian dapat dilihat dari bagan sistem organisasi di atas adanya unsur yang disebut hubungan. Hubungan ini tergambar pula dalam struktur organisasi yang merupakan garis penghubung antar unit, yang dapat berupa garis vertikal dan garis horizontal. Garis hubungan ini merupakan petunjuk adanya hubungan kerja antar unit dalam mekanisme kerja organisasi. Garis ini juga menunjukkan adanya interaksi antar unit kerja (subsistem) dalam sistem struktur organisasi.<br />
Hubungan ini ada karena pejabat yang satu atau unit kerja yang satu harus membantu pejabat atau unit kerja yang lain dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi yang telah dibebankan kepadanya. Jadi hubungan kerja dapat dirumuskan sebagai keterkaitan antar pejabat atau antar unit kerja dalam organisasi agar dapat saling bantu dalam menyelesaikan pekerjaan masing-masing dalam melaksanakan tugas organisasi. Contohnya bagian atau unit keuangan membantu bagian atau unit kepegawaian secara timbal balik.<br />
Hubungan kerja di dalam organisasi menurut arahnya dapat vertikal, horizontal maupun diagonal yang sifatnya internal. Hubungan kerja ini dapat juga keluar yang dapat disebut hubungan kerja eksternal, seperti hubungan kerja antara organisasi, misalnya antara organisasi perusahaan dengan organisasi pemerintahan, atau antara organisasi pemerintahan daerah dengan pemerintahan pusat (ini merupakan hubungan kerja antara dua sistem).<br />
Garis hubungan ini tidak mungkin dihilangkan dari struktur organisasi, demikian juga hubungan kerja, di dalam setiap sistem organisasi. Hubungan kerja ini akan lahir bersama-sama dengan terbentuknya organisasi. Demikian karena organisasi terbentuk atas dasar adanya hubungan kerja sama antar orang dan antar kelompok orang yang memiliki kepentingan tertentu, yang kemudian diikat oleh suatu formalitas tertentu. Tanpa adanya formalitas maka kelompok orang baru dapat disebut kelompok gotong royong semacam kelompok orang yang membantu mendorong mobil mogok di jalan. Proses kegiatannya juga baru disebut proses kerja sama atau gotong royong. Berbeda dengan organisasi formal yang prosesnya dapat disebut administrasi.<br />
Dengan demikian administrasi hanya ada di dalam organisasi formal. Contohnya administrasi perusahaan hanya ada di dalam organisasi perusahaan seperti perseroan termasuk perusahaan daerah dan perusahaan negara. Administrasi negara hanya ada di dalam organisasi negara serta perangkat-perangkat pemerintah. Dengan demikian rumusan yang tepat tentang administrasi adalah seluruh proses organisasi dalam usahanya mencapai tujuan dengan memanfaatkan semua sumber dayanya secara efektif dan efisien.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fauzanalfan05.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fauzanalfan05.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fauzanalfan05.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fauzanalfan05.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fauzanalfan05.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fauzanalfan05.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fauzanalfan05.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fauzanalfan05.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fauzanalfan05.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fauzanalfan05.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fauzanalfan05.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fauzanalfan05.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fauzanalfan05.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fauzanalfan05.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fauzanalfan05.wordpress.com&amp;blog=5844339&amp;post=3&amp;subd=fauzanalfan05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzanalfan05.wordpress.com/2008/12/14/hubungan-kerja-di-lingkungan-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b68aede1458ffc90cdec9a177fcf5013?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fauzanalfan05</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
